Umroh
memiliki beberapa rangkaian kegiatan yang dilakukan sejak sebelum meninggalkan
rumah hingga kembali lagi ke tanah air. Dalam serangkaian kegiatan tersebut
kita diperkenankan membaca doa-doa. Ada banyak doa yang dapat kita baca sejak
meninggalkan rumah hingga kembali ke tanah air.
Berikut ini
adalah doa-doa yang dibaca saat umroh, diantaranya :
Doa
bepergian/safar, yang meliputi :
1. Niat
Umroh
Niat
berumroh adalah sebagai berikut:
Labbaika
Allahumma ‘umratan.
Artinya:
“Aku datang memenuhi panggilan-Mu untuk berhaji dan umroh.”
“Aku datang memenuhi panggilan-Mu untuk berhaji dan umroh.”
2. Doa
Setelah Memakai Pakaian Ihram
Allahumma
uharramu sya’rii wabasyarii wajasadii wajamii’a jawaa rihiiy min kulla syai’in
harram tahu ‘alalmuhrimi abtaghiiy bidzaa lika wajhakal kariima yaa rabbal
‘aalamiin.
Artinya:
“Ya Allah
aku haramkan rambut, kulit, tubuh dan seluruh anggota tubuhku dari semua yang
Kau haramkan bagi seorang yang sedang berihram, demi mengharapkan diriMu
semata, wahai Tuhan pemelihara alam semesta.”
3. Membaca
Talbiyah
Begitu
sampai di Turki hingga melakukan thawaf hendaknya para jamaah memperbanyak
membaca talbiyah. Adapun doa talbiyah, yaitu sebagai berikut :
Labbaika
Allahumma labbaik, labbaika laa syariika laka labbaik, innalhamda wanni’mata
laka wal mulka laa syariika laka.
Artinya:
“Aku datang memenuhi panggilanmu Ya Allah, aku datang memenuhi panggilan-Mu, aku datang memenuhi panggilan-Mu, tiada sekutu bagi-Mu, aku datang memenuhi panggilan-Mu. Sesungguhnya segala puji, kemuliaan, dan segenap kekuasaan adalah milik-Mu, tidak ada sekutu bagi-Mu.”
“Aku datang memenuhi panggilanmu Ya Allah, aku datang memenuhi panggilan-Mu, aku datang memenuhi panggilan-Mu, tiada sekutu bagi-Mu, aku datang memenuhi panggilan-Mu. Sesungguhnya segala puji, kemuliaan, dan segenap kekuasaan adalah milik-Mu, tidak ada sekutu bagi-Mu.”
4. Doa saat
memasuki Mekah
Ketika
jemaah telah tiba di Tanah Suci Mekkah, hendaklah membaca doa di bawah ini:
Allahumma
haadzaa haramuka wa amnuka fa harram lahmiiy wadamiiy wasya’riiy wabasyarii
‘alannaari wa aaminnay min ‘adzaabika yauma tab’atsu ‘ibaadaka waj’alnii min
awliyaaaika wa ahli tha’atika.
Yang
artinya:
“Ya Allah,
kota ini adalah Tanah Haram-Mu dan tempat aman-Mu, maka hindarkanlah daging,
darah, rambut, dan kulitku dari neraka. Dan selamatkanlah diriku dari siksa-Mu
pada hari Engkau membangkitkan kembali hamba-Mu dan jadikalnlah aku termasuk
orang-orang yang selalu dekat dan taat kepada-Mu.”
5. Doa saat
memasuki Masjidil Haram
Saat akan
memasuki Masjidil Haram, kita disunnahkan membaca doa berikut ini:
Allahumma
antassalaamu wa minkassalaam, wa ilaika ya’uudussalaam, fa hayyana rabbanaa
bissalaam, wa ad hilnal jannata daarassalaam, tabaarakta rabbana wata’alaita ya
dzaljalaali wal ikram. Allahummaftah liiy abwaaba rahmatika, bismillaahi
walhamdulillaahi wasshalaatu wassalaamu ‘ala rasuulillaahi.
Yang
artinya:
“Ya Allah,
Engkau sumber keselamatan, daripada-Mu-lah datang keselamatan, dan kepada-Mu
kembalinya keselamatan. Maka hidupkanlah kami, wahai Tuhan kami dengan selamat
sejahtera dan masukkanlah kami ke dalam surga negeri keselamatan.
Maha Banyak
anugerah-Mu dan Maha Tinggi Engkau wahai Tuhan yang memiliki keagungan dan
kehormatan. Ya Allah bukakanlah untukku pintu-pintu rahmat-Mu. (Aku masuk
masjid ini) dengan nama Allah disertai dengan segala puji bagi Allah serta
shalawat dan salam untuk Rasulullah.”
6. Doa saat
melihat Ka’bah
Ka`bah
merupakan pusat kiblat umat Islam di seluruh dunia, sehingga saat melihatnya,
kita membaca doa di bawah ini:
Allahumma
zid’hadzalbaita tasyriifan wata’dzhiimaan watakriimann wa mahaabatan, wazid man
syarrafahu wa’adhzamahu wakarramahu mimman hajjahu awi’tamarahu tasyriifan wa
ta’dzhiman watakriimaan wabirran.
Yang
artinya:
“Ya Allah,
tambahkanlah kemuliaan, keagungan, kehormatan dan wibawa pada Bait (Ka`bah)
ini. Dan tambahkan pula pada orang-orang yang memuliakan, mengagungkan, dan
menghormatinya di antara mereka yang berhaji atau yang berumroh dengan
kemuliaan, keagungan, kehormatan, dan kebaikan.”
7. Doa Saat
Melintasi Makam Nabi Ibrahim
Rabba
ad’khilnii mudkhala shidqin wa akhrijnii mukhraja shidqin waaj’alliy min
ladunka sulthaanan nashiiran, waquljaa alhaqqu waza haaqal baathilu
innalbaatila kaana zahuuqann.
Yang
artinya:
“Ya Tuhanku,
masukkanlah aku secara masuk yang benar dan keluarkanlah aku (pula) secara
keluar yang benar dan berikanlah kepadaku dari sisi-Mu kekuasaan yang menolong.
Dan katakanlah (wahai Muhammad) yang benar telah datang dan yang batil telah
lenyap. Sesungguhnya yang batil itu adalah sesuatu yang pasti lenyap.”
B. Doa
thawaf :
Sebelum
memulai thawaf, hadapkan sebagian badan atau seluruhnya ke arah Hajar Aswad,
atau bila tidak memungkinkan dapat menghadapkan muka saja sambil mengangkat
tangan dan membaca kalimat dibawah ini:
Bismillaahi
Allaahu akbar
Yang
artinya:
“Dengan nama
Allah , Allah Maha Besar.”
Setelah mencium
tangan sebelah kanan, maka mulailah bergerak dengan posisi Ka’bah ada di
sebelah kiri Anda (perhatikan gambar bagan Ka’bah di atas).
1. Doa
Thawaf Putaran Pertama (P1)
Doa berikut
ini mulai dibaca dari Rukun Hajar Aswad sampai Rukun Yamani :
Subhaanallaahi
walhamdulillahi wa laailaaha illallaahu wallahu akbar wa laa haula wa laa
quwwata illaa billaahil ‘aliyyil ‘adhzim. Wasshalaatu wassalaamu ‘alaa
rasuulillaahi shallallaahu ‘alaihi wasallam. Allahumma iimaananbika
watashdiiqan bikitaabika wawafaa’an bi’ahdika wattabaa’an lisunnati nabiyyaka.
Yang
artinya:
“Maha Suci
Allah, segala puji bagi Allah, tidak ada Tuhan selain Allah, Allah Maha Besar
Tiada daya (untuk memperoleh manfaat) dan tiada kemampuan (untuk menolak
bahaya) kecuali dengan pertolongan Allah Yang Maha Mulia dan Maha Agung.
Salawat dan sallam bagi Rasulullah SAW.
Ya Allah, aku thawaf ini karena beriman kepada-Mu, membenarkan kitab-Mu, memenuhi janji-Mu, dan mengikuti sunnah Nabi-Mu: Muhammad SAW. Ya Allah sesungguhnya aku mohon kepada-Mu ampunan, kesehatan, dan perlindungan yang kekal dalam menjalankan agama, di dunia dan akhirat dan beruntung memperoleh surga dan terhindar dari siksa neraka.”
Ya Allah, aku thawaf ini karena beriman kepada-Mu, membenarkan kitab-Mu, memenuhi janji-Mu, dan mengikuti sunnah Nabi-Mu: Muhammad SAW. Ya Allah sesungguhnya aku mohon kepada-Mu ampunan, kesehatan, dan perlindungan yang kekal dalam menjalankan agama, di dunia dan akhirat dan beruntung memperoleh surga dan terhindar dari siksa neraka.”
Setiap kali
sampai di Rukun Yamani disunnahkan untuk mengusapnya, namun bila tidak
memungkinkan dapat mengangkat tangan tanpa dicium lalu mengucapkan doa di bawah
ini:
Bismillahi
Allaahu akbar
Artinya:
“Dengan nama Allah, Allah Maha Besar.”
“Dengan nama Allah, Allah Maha Besar.”
Sedangkan
doa yang dibaca di saat berada di antara Rukun Yamani dan Rukun Hajar Aswad
adalah :
Rabbanaa
aatinaa fiddunyaa hasanatan wa fil akhirati hasanatan waqinaa adzabannaar.
Artinya:
“Wahai Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan hindarkanlah kami dari siksa neraka.”
“Wahai Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan hindarkanlah kami dari siksa neraka.”
Doa tersebut
selalu dibaca setiap putaran (dari putaran pertama hingga ke tujuh) setiap kita
berjalan antara Rukun Yamani dan Rukun Hajar Aswad.
Dapat pula ditambah dengan doa di bawah ini:
Dapat pula ditambah dengan doa di bawah ini:
Wa
adkhilnaljanntata ma al abraari yaa ‘aziizu yaa ghaffaaru yaa rabaal’alamiin.
Yang
artinya:
“Dan
masukkanlah kami ke dalam surga bersama orang-orang yang berbuat baik, Wahai
Tuhan yang Maha Perkasa, Maha Pengampun dan Tuhan yang menguasai seluruh alam.”
2. Doa
Thawaf Putaran Kedua (P2)
Allahumma
inna haadzaalbaita baituka wal harama haramuka, wal amnuka wal ‘abda ‘abduka wa
anaa ‘abduka wabnu ‘abdika wahaadza maqaamul ‘aaidzibika minannaar.
Faharramluhuu manaa wabasyara tana ‘alannaar. Allahumma habbab ilainaal iimaana
wazainahu fiiy quluubinaa wakarrah ilainaalkufra walfusuqa wal’ishyaana
waj’alnaa minarrasyidiin.
Allaahumma
qiniiy ‘adzabaka yauma tab’atsu ‘ibaadaka. Allahummarzuqniyaljannata bighairi
hisaab.
Yang
artinya:
“Ya Allah,
sesungguhnya Bait ini rumah-Mu, tanah mulia ini tanah-Mu, negeri aman ini
negeri-Mu, hamba ini hamba-Mu anak dari hamba-Mu dan tempat ini adalah tempat
orang berlindung pada-Mu dari siksa neraka, maka haramkanlah daging dan kulit
kami dari siksa neraka.
Ya Allah ciptakanlah kami pada iman dan biarkanlah ia menghias hati kami, tanamkan kebencian pada diri kami pada perbuatan kufur, fasiq, maksiat, dan durhaka serta masukkanlah kami ini dalam golongan orang yang mendapat petunjuk.
Ya Allah ciptakanlah kami pada iman dan biarkanlah ia menghias hati kami, tanamkan kebencian pada diri kami pada perbuatan kufur, fasiq, maksiat, dan durhaka serta masukkanlah kami ini dalam golongan orang yang mendapat petunjuk.
Ya Allah,
lindungilah aku dari azab-Mu di hari Engkau kelak membangkitkan hamba-hamba-Mu.
Ya Allah anugerahkanlah surga kepadaku tanpa hisab.”
3. Doa
Thawaf Putaran Ketiga (P3)
Allahumma
inna as’aluka ridhaaka wal jannata wa a’udzubika min sakhathika wannaai.
Allahumma inna a’udzubika min fitnatil qabri wa a’udzubika min fitnatilmahyaa
walmamaat.
Artinya:
“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari keraguan, syirik, percekcokan, kemunafikan, buruk budi pekerti, dan penampilan dan kepulangan yang jelek dalam hubungan dengan harta benda, keluarga dan anak-anak.
“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari keraguan, syirik, percekcokan, kemunafikan, buruk budi pekerti, dan penampilan dan kepulangan yang jelek dalam hubungan dengan harta benda, keluarga dan anak-anak.
Ya Allah
sesungguhnya aku mohon kepada-Mu keridhaan-Mu dan surga. Dan aku berlindung
pada-Mu daripada murka-Mu dan siksa neraka. Ya Allah aku berlindung pada-Mu
dari fitnah kubur dan aku berlindung pada-Mu dari fitnah kehidupan dan derita
kematian.”
4. Doa
Thawaf Putaran Keempat (P4)
Allaahummaj’alhu
hajjan mabruuran wasa’yan masykuuran wadzanban maghfuuran wa ‘amalaan shaalihan
maqbuulan watijaaratan lan tabuura.
Yaa ‘aalima
maafisshuduuri akhrij’niiy yaa Allaahu minadzhulumaati rahmatika wa’azaa ima
maghfiratika wassalaamata min kulla itsmin walghaniimata min kulla birra
walfauza biljannati wannajaata minannaar.
Allahumma
qanna’niiy bimaa razaqtaniiy wa baarikliiy fiimaa a’thaytaniiy waakhluf ‘alayya
kulla ghaaibatin liy minka bikhairin.
Yang
artinya:
“Ya Allah
karuniakanlah haji yang mabrur, sa’i yang diterima, dosa yang diampuni, amal
saleh yang diterima, dan usaha yang tidak akan mengalami rugi. Wahai Tuhan Yang
Maha Mengetahui apa-apa yang terkandung dalam hati sanubari. Keluarkanlah aku
dari kegelapan ke cahaya yang terang benderang.
Ya Allah aku
mohon kepada-Mu segala hal yang mendatangkan rahmat-Mu dan keteguhan
ampunan-Mu, selamat dari segala dosa dan beruntung dengan mendapat berbagai
kebaikan, beruntung memperoleh, surga, terhindar dari siksa neraka.
Tuhanku,
puaskanlah aku dengan anugerah yang telah Engkau berikan, berkatilah untukku
atas semua yang Engkau anugerahkan kepadaku dan gantilah apa-apa yang gahib dari
pandanganku dengan kebajikan dari-Mu.”
5. Doa
Thawaf Putaran Kelima (P5)
Allahumma
adzhillaniiy tahta dzhilla ‘arsyika yauma laa dzhilla illaa dzhilluka wa laa
baaqiya illaa wajhuka wa asqiniiy min haudli nabiyyaka muhammadin shallallahu
‘alaihi wasallama syurbatan hanii atan marii’atan laa adzhmau ba’da haaa
abadan. Allahumma inna as’aluka min khairi maa sa’alaka minhu nabiyyuka.
Muhammadun
shallallaahu ‘alaihi wasallam, wa a’udzubika min syarra maasya’aa dzaka minhu
nabiyyuka muhammadun shallallaahu ‘alaihi wasallam. Allahumma inna
as’alukaljannata wana’iimahaa wamaa yuqarrabuniiy ilaihaa min qawliin awfi’lin
aw’amalin. Wa a’udzuubika minannaari wa maa yuqarrabuniiy ilaihaa minqaulin
aufi’lin au’amalin.
Yang artinya
:
“Ya Allah
lindungilah aku di bawah naungan singgasana-Mu pada hari yang tidak ada naungan
selain naungan-Mu, dan tidak ada yang kekal kecuali Zat-Mu dan berilah aku
minuman dari telaga Nabi Muhammad SAW dengan suatu minuman yang lezat, segar,
dan nyaman, sesudah itu aku tidak akan haus untuk selamanya.
Ya Allah aku
mohon pada-Mu kebaikan yang dimohonkan oleh Nabi-Mu Muhammad SAW dan aku
berlindung pada-Mu dari kejahatan yang dimintakan perlindungan oleh Nabi-Mu:
Muhammad SAW.
Ya Allah aku
mohon pada-Mu surga serta nikmatnya dan apapun yang mendekatkan aku kepadanya
baik ucapan, maupun amal perbuatan dan aku berlindung pada-Mu dari neraka serta
apapun yang mendekatkan aku kepadanya baik ucapan ataupun amal perbuatan.”
6. Doa
Thawaf Putaran Keenam (P6)
Allaahumma
innalaka ‘alayya huquuqan katsiiratan fiimaa bainii wabaina khalqika.
Allaahumma maa kaana laka minhaa faghfirhu liiy wamaa kaana likhalqika
fatahammalhu ‘anna wa aghniniy bihalaalika ‘anharaamika wabitha‘atika ‘an
ma’shiyatika wabifadlika ‘amman siwaaka yaa waasi’al maghfirati.
Allaahumma
inna baitaka ‘adzhiimun wa wajhaka kariimun wa anta yaa Allaahu haliimun
kariimun ‘adhzimun tuhibbul’afwa fa’fu ’anna.
Yang artinya
:
“Ya Allah
sesungguhnya Engkau mempunyai hak kepadaku banyak sekali dalam hubunganku
dengan Engkau. Dan Engkau juga mempunyai hak banyak sekali dalam hubunganku
dengan makhluk-Mu.
Ya Allah apa
yang menjadi hak-Mu kepadaku, maka ampunilah diriku. Dan apa saja yang menjadi
hak-Mu kepada makhluk-Mu maka tanggunglah dariku, cukupkanlah aku dengan
rizki-Mu yang halal, terhindar daripada yang haram, dengan ta’at kepada-Mu
terhindar dari kemaksiatan dan dengan anugerah-Mu terhindar daripada
mengharapkan dari orang lain selain daripada-Mu, Wahai Tuhan yang Maha
Pengampun.
Ya Allah,
sesungguhnya rumah-Mu (Baitullah) ini agung, Zat-Mu pun Mulia, Engkau Maha
Penyabar, Maha Pemurah, Maha Agung yang sangat suka memberi ampun, maka
ampunilah aku.”
7. Doa
Thawaf Putaran Ketujuh (P7)
Allaahumma
inna as’aluka iimaanan kaamilan wayaqiinan shaadiqan wa rizqan waasi’an waqalban
khaasyi’an walisaa nan dzaakiran wa halaalan thayyaban wataubatan nashuukhan
wataubatan qablalmaut waraahatan indal maut wa maghfiratan warahmatan
ba’dalmaut wal’afwa indal hisaab wal fauza biljannati wannajaata minannaari
birahmatika yaa ‘aziizu yaa ghaffaar. Rabba zidnii ‘ilman wa alhiqniiy
bisshaalihiin.
Yang artinya
:
“Ya Allah,
aku mohon pada-Mu iman yang sempurna, keyakinan yang benar, rizki yang luas,
hati yang khusyu’, lidah yang selalu berdzikir (menyebut nama Allah), rizki
yang halal dan baik, taubat yang diterima dan taubat sebelum mati,
ketenangan ketika mati, keampunan dan rahmat sesudah mati, keampunan ketika
dihisab, keberuntungan memperoleh surga dan terhindar dari neraka dengan rahmat
kasih sayang-Mu, wahai Tuhan Yang Maha Perkasa, Yang Maha Pengampun. Tuhanku
berilah aku tambahan ilmu pengetahuan dan gabungkanlah aku ke dalam golongan
orang-orang yang saleh.”
C. Doa
ketika melakukan sa’i
Ketika akan
mendaki bukit Shafa (sebelum memulai sa’i) hendaknya membaca doa sebagai
berikut :
Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Abda ubimaa bada Allaahu bihi warasuuluh. Innasshafaa wal marwata min
sya’aaairillaah. Famanhajjal baita awi’tamarafa laa junaaha ‘alaihi anyathawwa
fa bihimaa waman tathawwa ‘a khairan fa innallaaha syaakirun ‘aliimun.
Artinya :
“Dengan nama
Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Aku mulai dengan apa yang telah
dimulai oleh Allah dan Rasul-Nya. Sesungguhnya Shafa dan Marwah sebagian dari
syiar-syiar (tanda kebesaran) Allah. Maka Barang siapa yang beribadah haji ke
Baitullah ataupun berumrah maka tidak ada dosa baginya mengerjakan sa’i antara
keduanya. Dan barang siapa yang mengerjakan suatu kebajikan dengan kerelaan
hati maka sesungguhnya Allah Maha Penerima Kebaikan lagi Maha Mengetahui.”
Doa saat
menghadap Ka’bah
Allaahu
akbar Allahu akbar Allahu akbar walillaahilhamdu. Allahu akbar ‘alaa maa
hadaanaa walhamdulillaahi ‘alaa maa awlaanaa. Laa ilaaha illallaah wahdahu laa
syariikalah. Lahulmulku walahulhamdu yuhyii wa yumiitu biyadihil khairu wahuwa
‘ala kulli syai’in qadiirun. Laa ilaaha illallaahu wahdahu laa syariikalah.
Anjaza wa’dahu wanashara ‘abdahu wahaza mal ahzaaba wahdahu laa ilaaha
illallaahu wa laa na’budu illaa iyyaahu mukhlishiina lahuddiina walaukarihal
kaafiruun.
“Allah Maha
Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Segala puji bagi Allah, Allah Maha
Besar, atas petunjuk yang diberikan-Nya kepada kami, segala puji bagi Allah
atas karunia yang telah dianugerahkan-Nya kepada kami, tidak ada Tuhan selain
Allah Yang Maha Esa.
Tidak ada
sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan pujian. Dialah yang menghidupkan dan
mematikan, pada kekuasaan-Nya lah segala kebaikan dan Dia berkuasa atas segala
sesuatu.
Tiada Tuhan
selain Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya, yang telah menepati
janji-Nya, menolong hamba-Nya dan menghancurkan sendiri musuh-musuh-Nya. Tidak
ada Tuhan selain Allah dan kami tidak menyembah kecuali kepadaNya dengan
memurnikan (ikhlas) kepatuhan semata kepada-Nya walaupun orang-orang kafir
membenci.”
Dalam setiap
perjalanan dari putaran pertama hingga ke tujuh, ada doa-doa khusus yang dapat
para jamaah amalkan, sebagai berikut :
1. Doa Sa’i
dari Shofa menuju Marwah (Lintasan pertama)
Allaahu
akbar Allahu akbar Allahu akbar. Allahu akbar kaniiran walhamdulillahi
katsiiran wa subhaanallahil ‘adzhimi wabihamdihil kariimi bukratan wa ashiilan.
Wa minallaili fasjudlahu wasabbahhu lailan thawiilan. Laa ilaaha illaallaahu
wahdahu anjaza wa’dahu wanashara ‘abdahu wahazamal ahzaaba wahdahu laa syab’a
qablahu wa laa ba’dahu yuhyii wa yumiitu wahuwa hayyun daa imun laa yamuutu wa
laa yafuutu abadan biyadihil khairu wa ilaihalmashiiru wahuwa ‘ala kulla sya’in
qadiirun.
Yang artinya
:
“Allah Maha
Besar (4x) dengan segala kebenaran-Nya. Segala puji bagi Allah Yang Maha Agung
dengan segala pujian-Nya yang tidak terhingga. Maha Suci Allah Yang Maha Agung
dengan pujian, Yang Maha Mulia di waktu pagi dan petang.
Dan pada
sebagian malam, bersujud dan bertasbihlah pada-Nya sepanjang malam. Tidak ada
Tuhan selain Allah yang Maha Esa yang menepati janji-Nya membela
hamba-hamba-Nya dan tidak ada sesuatu sebelum-Nya dan tidak ada sesuatu pun
sesudah-Nya.
Dialah yang
menghidupkan dan mematikan dan Dia adalah Maha Hidup kekal tiada mati dan tiada
musnah (hilang) untuk selama-lamanya. Hanya ditangan-Nya-lah terletak kebajikan
dan kepada-Nya-lah tempat kembali dan hanya Dialah Yang Maha Kuasa atas segala
sesuatu.”
2. Doa Saat
Berada di Antara Dua Pilar atau Lampu Hijau
Setiap kali
berada di antara dua pilar atau lampu hijau baik dari putaran pertama hingga
terakhir (ketujuh), hendaklah jamaah membaca doa di bawah ini :
Rabbaghfir
waarhamwa’fu wa takarram watajaa waz’amma ta’lamu innaka ta’lamu maa laa
na’lamu innaka antallaahul ‘azzul akram.
Yang
artinya:
“Ya Allah
ampunilah, sayangilah, maafkanlah, bermurah-hatilah, dan hapuskanlah apa-apa
yang Engkau ketahui. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui apa-apa yang kami
sendiri tidak tahu. Sesungguhnya Engkau Ya Allah Maha Mulia dan Maha Pemurah.”
3. Doa Saat
Mendekati Bukit Marwah
Innasshafaa
wal marwata min sya’aairillaahi faman hajjalbaita awi’tamara falaa junaaha
‘alaihi anyatthawwafa bihimaa waman tathawwa ‘a khairan fainnallaaha syaakirun
‘alimun.
Yang
artinya:
“Sesungguhnya
Shafa dan Marwah sebagian dari syiar-syiar (tanda kebesaran) Allah. Maka
barangsiapa yang beribadah haji ke Baitullah ataupun berumroh, maka tidak ada
dosa baginya berkeliling (mengerjakan sa’i antara keduanya). Dan barang siapa
mengerjakan sesuatu kebajikan dengan kerelaan hati, maka sesungguhnya Allah
Maha Menerima Kebaikan lagi Maha Mengetahui.”
4. Doa dari
Marwah ke Shofa (lintasan kedua)
Allaahu
akbar Allaahu akbar Allaahu akbar walillahilhamd. Laa ilaaha illaallahul waahidulfardusshamadulladzii
lam yattakhidz shahibbatan walaa waladan walam yakun lahu syariikun fiilmulki
walam yakunlahu waliyyun minaddzulla wakabbarhu.
Takbiiran
Allaahumma innaka qulta fii kitaabikal munazzali ud’uuniiy astajib lakum da
awnaaka rabbanaa kamaa
amartanaa.
Faaghfirlanaa
kamaa wa’adtanaa innaka laatukhlifulmii’aad. Rabbanaa innanaa sami’naa
munaadiyan yunaadii lil imaani an aminuu birabbakum fa’amanna. Rabbanaa
faaghfirlanaa dzunuubanaa wakaffar ‘annaa sayya’atinaa watawaffanaa ma’al
abraar. Rabbanaa wa aatinaa maa wa’adtanaa ‘alaa rusulika walaa tukhzinaa
yaumal qiyaamati innaka laa tukhlifulmii’aad. Rabbanaa ‘alaika tawakkalnaa wa
ilaika anabnaa wa ilaikal mashiiru. Rabbanaaghfirlanaa dzunuubanaa wal
ikhwaaninaalladziina sabaquunaa bil iimaani walaa taj’al fii quluubinaa
ghillanlilladziina amanuu rabbanaa innaka rauufur rahiim.
Yang
artinya:
“Allah Maha
Besar (3x), hanya bagi Allah segala pujian. Tidak ada Tuhan selain Allah yang
Maha Esa, Tunggal, dan Tumpuan segala maksud dan hajat, yang tidak beristri dan
tidak beranak, tidak bersekutu dalam kekuasaan. Tidak menjadi pelindung
kehinaan. Agungkanlah Dia dengan segenap kebesaran.
Ya Allah,
sesungguhnya Engkau telah berfirman dalam Al Qur`an-Mu : “Berdoalah kepadaKu niscaya
akan Kuperkenankan bagimu”. Sekarang kami telah memohon kepada-Mu wahai Tuhan
kami. Ampunilah kami seperti halnya Engkau telah janjikan kepada kami,
sesungguhnya Engkau tidak memungkiri janji.
Ya Tuhan
kami, sesungguhnya kami mendengar (seruan) yang menyeru kepada iman (yaitu)
“berimanlah” kamu kepada Tuhanmu. “Maka kami pun beriman.
Ya Tuhan
kami, ampunilah dosa-dosa kami dan hapuskanlah kesalahan-kesalahan kami, dan
wafatkanlah kami beserta orang baik-baik.
Ya Tuhan
kami berilah kami apa yang telah Engkau janjikan kepada kami dengan perantara
rasul-rasul Engkau. Dan janganlah Engkau hinakan kami di hari kiamat.
Sesungguhnya Engkau tidak menyalahi janji. Ya Allah, hanya kepada
Engkaulah tumpuan segala sesuatu dan kepada Engkaulah tempat kembali.
Wahai Tuhan
kami, ampunilah dosa-dosa kami dan dosa semua saudara kami seiman yang telah
mendahului kami dan jangan Engkau jadikan kedengkian dalam kalbu kami terhadap
mereka yang telah beriman. Ya Allah sesunguhnya Engkau Maha Pengasih dan Maha
Penyayang.”
5. Doa dari
Shofa ke Marwah (Lintasan Ketiga)
Allahu akbar
Allahu akbar Allahu akbar walillahilhamdu. Rabbanaa atmim lanaa nuuranaa
waghfil lanaa innaka ‘alaa kulla sya’in qadiirun. Allaahumma innaa as’alukal
khaira kullahu ‘aajilahu wa ajilahu wa astaghfiruka lidzanbiiy wa as’aluka
rahmataka ya arhamarraahimiin.
Yang
artinya:
“Allah Maha
Besar (3X). Hanya bagi Allah semua pujian. Ya Allah, sempurnakanlah cahaya
terang bagi kami, ampunilah kami, sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala
sesuatu.
Ya Allah,
sesungguhnya aku mohon kepada-Mu segala kebaikan yang sekarang dan masa yang
akan datang dan aku mohon ampunan kepada-Mu akan dosaku serta aku mohon
kepada-Mu rahmat-Mu wahai Tuhan Yang Maha Pengasih dari segala yang pengasih.”
6. Doa dari
Marwah ke Shofa (Lintasan Keempat)
Allaahu
akbar Allahu akbar Allahu akbar walillaahilhamd. Allaahumma inna as’aluka min
khairi maa ta’lamu wa a’udzu bika min syarra maa ta’lamu wa astaghfiruka min
kulla maa ta’lamu innaka anta ‘allaamul ghuyuubi. Laa ilaaha illallaahul
malikul haqqul mubiin. Muhammadun rasuulullaahi shaadiqulwa’dil amiin.
Allahumma inna as’aluka kamaa hadaitaniil islaami an laa tanzi ‘anhu minnahatta
tatawaffanii wa anaa muslimun. Allaahummaj’alfii qulbiiy nuuran. Wafii lisaanii
nuuran. Wafiiy sam’ii nuuran, wafiiy basharii nuuran. Allaahummasy rahlii
shadrii wa yassarlii amriiy. Wa a’udzubika min wasaawisis shadri wa syataatil
amri wa fitnatil qabri. Allaahumma inna a’udzubika minsyarra maa yaliju
fiillaili waminsyarra maa yaliju fiinnahaari wa minsyarra maa tahubbu bihirrayaahu
yaa arhamarrahimiin. Subhaanaka maa ‘abad naaka haqqa ‘ibaadatika yaa Allahu
subhaanaka maa dzakarnaka haqqa dzikrika yaa Allaah.
Yang
artinya:
“Allah Maha
Besar (3x). Segala puji hanya bagi Allah. Ya Allah Tuhanku, aku mohon kepada-Mu
dari kebaikan yang Engkau tahu dan berlindung kepada-Mu dari kejahatan yang
Engkau tahu dan aku mohon ampun kepada-Mu dari segala kesalahan yang Engkau
ketahui, sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui yang ghaib. Tidak ada Tuhan selain
Allah Maha Raja yang sebenar-benarnya. Muhammad utusan Allah yang selalu
menepati janji lagi terpercaya.
Ya Allah
sebagaimana Engkau telah menunjuki aku memilih Islam, maka aku mohon kepada-Mu
untuk tidak mencabutnya, sehingga aku meninggal dalam keadaan muslim. Ya Allah
berilah cahaya terang dalam hati, telinga, dan penglihatanku. Ya Allah
lapangkanlah dadaku dan mudahkan bagiku segala urusan. Dan aku berlindung
kepada-Mu dari godaan bisikan hati, kekacauan urusan, dan fitnah kubur.
Ya Allah aku
berlindung kepada-Mu dari kejahatan yang bersembunyi di waktu malam dan siang
hari, serta kejahatan yang dibawa angin lalu, wahai Tuhan Yang Maha Pengasih
dari segenap yang pengasih. Ya Allah Maha Suci Engkau, kami tidak bisa
menyembah-Mu dengan pengabdian yang semestinya. Ya Allah, Maha Suci Engkau, kami
tidak bisa menyebutMu (dzikir) dengan semestinya.”
7. Doa dari
Shafa ke Marwah (Lintasan Kelima)
Allaahu
akbar, Allaahu akbar, Allaahu akbar walillaahilhamd. Subhaanaka maasyakarnaaka
haqqa syukrika yaa Allahu subhaanaka maa a’laa sya’nuka yaa Allah. Allaahumma
habbab ilainaal iimaana wa zayyanhu fii quluubinaa wakarrah ilainaal kufra
walfusuuqa wal’ishyaa na waj’alnaa minarraasyidiin.
Yang
artinya:
“Allah Maha
Besar (3x). Segala puji hanya untuk Allah, Maha Suci Engkau, kami tidak
mensyukuri-Mu dengan syukur yang semestinya. Ya Allah, Maha Suci Engkau.
Alangkah Agung Zat-Mu Ya Allah.
Ya Allah,
cintakanlah kami kepada iman dan hiaskanlah di hati kami, tanamkanlah kebencian
pada diri kami pada perbuatan kufur, fasik, dan durhaka. Jadikanlah kami dari
golongan orang-orang yang mendapat petunjuk.”
8. Doa dari
Marwah ke Shofa (Lintasan Keenam)
Allaahu
akbar Allaahu akbar Allahu akbar walillaahilhamdu. Laa illaaha illallaahu
wahdahu shadaqa wa’dahu wanashara ‘abdahu wahaza mal ahzaaba wahdahu laa ilaaha
illaallaahu muhlishiina lahuddiina walaukarihal kaafiruun.
Allaahumma
inna as’alukalhudaa wattuqaa wal’zfaa fa wal ghinaa. Allaahumma
lakalhamdukalladzii taquulu wa khairan mimmaa naquulu. Allaahumma inna as’aluka
ridhaaka wal jannata wa a’udzubika min sakhathika wannaari. Wamaa yuqarrabunii
ilaihaa min qawlin awfi’lin aw’amalin.
Allaahumma
binuurikah tadainaa, wa bifadlikas taghnaina, wafiiy kanafika wa’in’aamika
wa‘athaika waihsaa nika ashbahnaa wa amsainaa, antal uwwalu falaa qablaka
syaiun, wa antal ‘akhiru falaa ba’daka syai’un.
Waadhzaahiru
falaa syai’a fauqaka wal baathinu fa laa syai’a duunaka, na’uudzubika
minalfasyali walkasali, wamin’adzaabil qabri wamin fitnatil ghinaa,
wanas’alukal fauza biljannatil jannati wannajaata minannaar.
Yang artinya
:
“Allah Maha
Besar (3x). Segala puji hanya untuk Allah. Tidak ada Tuhan selain Allah Yang
Maha Esa, yang menepati janji-Nya dan mengalahkan sendiri musuh-musuh-Nya.
Tiada Tuhan selain Allah. Dan kami tidak menyembah selain Dia dengan memurnikan
kepatuhan kepadaNya, sekalipun orang-orang kafir membenci.
Ya Allah aku
memohon kepada-Mu petunjuk, ketakwaan, pengendalian diri, dan kekayaan. Ya
Allah, pada-Mu lah segala puji seperti yang kami ucapkan. Ya Allah aku mohon
kepada-Mu dari murka-Mu dan siksa neraka dan apapun yang dapat mendekatkan aku
padanya (neraka), baik ucapan ataupun amal perbuatan.
Ya Allah
hanya dengan nur cahaya-Mu kami ini mendapat petunjuk, dengan pemberianmu kami
merasa cukup dan dalam naungan-Mu, nikmat-Mu, anugerah-Mu dan
kebajikan-Mu jualah kami ini berada di waktu pagi dan petang. Engkaulah
yang mula pertama, tidak ada sesuatu pun yang ada sebelum-Mu dan Engkau pula
lah yang paling akhir dan tidak ada sesuatu pun yang ada di belakang (sesudah)
Mu, Engkaulah yang lahir (nyata), maka tidak ada sesuatu pun yang di atas
Engkau. Engkau pula lah yang batin, maka tidak ada sesuatu pun di bawah-Mu.
Kami
berlindung kepada-Mu dari pailit, malas, siksa kubur, dan fitnah kekayaan serta
kami mohon kepada-Mu kemenangan memperoleh surga, dan keselamatan dari api
neraka.”
9. Doa dari
Shofa ke Marwah (Lintasan Ketujuh)
Allaahu
akbar Allaahu akbar Allaahu akbar kabiiran walhamdulillaahi katsiiran.
Allaahumma habbab ilayyal iimaana wa zayyanhu fii qalbiiy wakarrah ilayyal
kufra wal fusuuqa wal ‘ishyaana waj’alnii minarraasyidiin.
Yang
artinya:
“Allah Maha
Besar (3x). Segala puji bagi Allah dengan pujian yang tidak terhingga. Ya
Allah, cintakanlah aku kepada iman dan hiaskanlah ia di kalbuku. Tanamkanlah
kebencian padaku perbuatan kufur, fasiq, dan durhaka. Dan jadikanlah pula aku
dari golongan orang yang mendapat petunjuk.”
10. Doa Setelah
Melaksanakan Sa’i
Allaahumma
rabbanaa taqabbal minnaa wa’aafinaa wa’fu ‘anna, wa ‘alaa tha’atika wa syukrika
a’inna, wa ‘alaa ghairika laa takilnaa wa ’alaal iimaani wal islaamil kaamili
jamii’an.
Allaahumma
rabbanaa taqabbal minnaa wa’aafinaa wa’fu ‘anna, wa’alaa tha’atika wa syukrika
a’inna, wa ‘alaa ghairika laa takilnaa wa’alaal iimaani wal islaamil kaamili
jamii’an.
Yang
artinya:
“Ya Allah Ya
Tuhan kami, terimalah amalan kami, berilah perlindungan kepada kami, maafkanlah
kesalahan kami dan berilah pertolongan kepada kami untuk taat dan bersyukur
kepada-Mu. Janganlah Engkau jadikan kami bergantung selain kepada-Mu.
Matikanlah kami dalam iman dan Islam secara sempurna dalam keridhaan-Mu.
Ya Allah
rahmatilah kami sehingga mampu meninggalkan segala kejahatan selama hidup kami
dan rahmatilah kami sehingga tidak berbuat hal yang tidak berguna.
Karuniakanlah kepada kami sikap pandang yang baik terhadap apa-apa yang
membuat-Mu ridha terhadap kami. Wahai Tuhan Yang Maha Pengasih dari segala yang
pengasih.”
Setelah
melaksanakan sa’i, maka tahap terakhir dari rangkaian ibadah umroh adalah
bertahallul atau memotong sebagian rambut baik bagi wanita maupun laki-laki.
D. Doa
tahallul (Memotong atau menggunting rambut)
- Doa saat akan memotong rambut
Allaahu
akbar Allaahu akbar Allaahu akbar. Wal hamdulilillahi ‘ala maa hadaanaa wal
hamdu lillaahi ‘ala maa an’amanaa bihi ‘alainaa. Allaahumma haadzihi
naashiyatiiy fataqabbal minna waghfir dzhunubiiy. Allaahummaghfirlil
muhallaqiina walmuqasshariina yaa waasi’al maghfirah. Allaahummatsbut liiy
bikulla sya’ratin hasanatan wamhu ‘anna bihaa sayya’atan, warfa’liiy bihaa
‘indaka darajah.
Yang artinya:
“Allah Maha
Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Segala puji bagi Allah yang telah
memberi petunjuk kepada kita dan segala puji bagi Allah tentang apa-apa yang
telah Allah karuniakan kepada kami.
Ya Allah ini
ubun-ubunku, maka terimalah dariku (amal perbuatanku) dan ampunilah
dosa-dosaku.
Ya Allah,
ampunilah orang-orang yang mencukur dan memendekkan rambutnya wahai Tuhan yang
Maha Luas ampunan-Nya. Ya Allah tetapkanlah untuk diriku setiap helai rambut
kebajikan dan hapuskanlah untukku dengan setiap helai rambut kejelekan. Dan
angkatlah derajatku di sisimu.”
2. Doa
setelah selesai menggunting rambut
Alhamdulillaahil
ladzii qadla ‘annaa manaasikanaa, Allaahumma zidnaa iimaanan wayaqiinan wa
‘awnan, waghfirlanaa wali wali daynaa walisaairil muslimiina walmuslimaat.
Yang
artinya:
“Segala puji
bagi Allah yang telah menyelesaikan manasik kami, Ya Allah tambahkanlah kepada
kami iman, keyakinan, dan pertolongan dan ampunilah kami, kedua orang tua kami
dan seluruh kaum muslimin dan muslimat.”
Semua
doa-doa di atas dapat dibaca dengan bimbingan pemandu umroh. Setelah
berakhirnya ritual tahallul (memotong atau memendekkan rambut), maka selesai
sudah seluruh rangkaian ibadah umroh yang anda lakukan. (Diolah dari
berbagai sumber)





















































